5.21.2019

Tentang Bahagia

Hi, everyone!

Rasanya udah lumayan lama sejak terakhir kali nulis sesuatu, haha. Terima kasih untuk kamu yang mendorongku untuk menulis sesuatu kembali.

——

Udah sejak lama, dia yang mendorongku untuk menulis kembali ini, menceritakan kerennya dan sebegitu berkesannya sebuah buku.

Totto-chan

Ndilalah ketika aku menuju Bandung, bukunya diberikan padaku (terima kasih yaa!! :D) dan sejujurnya, I am amazed.

Totto-Chan adalah sebuah buku sederhana, yang menceritakan kehidupan seorang bocah Jepang lugu.....terlalu lugu bahkan. Dia dikeluarkan dari sekolah karena dianggap mengganggu, tapi...entahlah. Contoh paling relatablenya adalah ketika dia terkesima dan sangat gembira dengan mejanya yang kalau dibuka ada lemarinya. Akhirnya dia selalu membuka-tutup meja itu, sampai dibilangin walikelasnya untuk tidak membuka-tutup meja kecuali ada yang perlu diambil. Akhirnya ketika dia mau menulis, dia mengeluarkan buku, lalu ditutup. Lalu dibuka untuk mengambil pensil, lalu ditutup. Lalu dia menulis dan menyengaja untuk salah, lalu dia buka mejanya untuk mengambil penghapus dan lalu ditutup. Begitu seterusnya hingga selesai menulis dan mengembalikan semua alat tulis ke dalam meja....satu per satu. Selain itu masih baaanyak lagi hal-hal “aneh” (atau unik?) yang dilakukan sama Totto Chan ini.

Bahkan ketika akhirnya Totto Chan pindah ke sekolah baru, hal-hal aneh yang membahagiakannya ini tambah banyak dan difasilitasi, malah, oleh Kepala Sekolahnya. Misalnya, Kepsek nya mengumumkan bahwa anak-anak seluruh sekolah akan berkemah. Dengan segala persiapan panik-panik ajaib anak-anak yang nggak pernah kemah ini, ternyata mereka diajak berkemah di.....dalam aula sekolah. Bangun tenda sama-sama, berkumpul dengan teman-teman, dan segala aktifitas bersama di dalam aula sekolah. And guess what? Everybody happy.

Well, itu kurang lebih gambaran sekilas dari 1/4 buku Totto Chan yang udah ku baca. Tapi makna dibalik kejadian-kejadian di dalam buku itu, banyak orang yang lupa. Bahwa sesungguhnya

Bahagia itu sesederhana itu

Bahagia itu bisa dicapai dengan sekedar menonton kembali kelakuan-kelakuan aneh Spongebob Squarepants. Bahagia juga bisa dicapai dengan naik motor keliling-keliling komplek (atau kota, kalo mau). Atau bahkan hanya sekedar menikmati waktu sore di bangku taman, juga bisa menjadi sangat menyenangkan. Bisa juga kayak kata orang-orang di Twitterworld; “Bukan tentang makan daging 225gr seharga 200rb, tapi makan lesehan di pinggir jalan bareng kamu”

Well, setidaknya bagiku. Dan banyak sekali hal-hal sederhana lainnya yang sebenarnya juga bisa membahagiakan bagimu. That, only you and He knows.

Kadang tidak mudah memang menemukan apa yang bisa membuatmu bahagia. Tapi ketika kamu sudah menemukannya, nggak perlu hold yourself backkarena alasan-alasan seperti

Nggak deh, anak kecil banget
Lapotapi”
“Harusnyaaku bisa melakukan hal yang lebih penting”

Percayalah, kadang kamu nggakperlu begitu memikirkannya seperti itu. Karena bagiku, what makes you happy might give you unexpected push to get on with life.

Tapi bagaimana pun, jangan lupa untuk tetap bijak dalam melakukannya ya! Jangan sampai ketinggalan kereta karena keasyikan nonton Detective Conan di TV, misalnya (😂)

So as the ending,
Just stay HAPPY! :D

Cheers!

——————
Epilog:

Kalau bahagia ku sih,
Kamu!

Hehe

No comments:

Post a Comment