HAI!
Tulisan pertama setelah sekian lama, masih mencoba menajamkan kembali jemari-jemari kaku nan sering halu ini. Meski nggak bagus-bagus amat, semoga bisa menginspirasi ya!
------
How to Love Yourself?
Sebuah pertanyaan yang ketika aku terima.....ya susah-susah gampang untuk dijawab. Masalahnya adalah mendefinisikan love aja sulit jadi akhirnya mikirnya bisa sangat liar 😂 but for me, love is all about positivity, more specifically about caring and tender. Bentuknya? Ya bisa macem-macem. Bisa berbentuk sebuah pertanyaan seperti "apa kabar?", bisa berbentuk sebungkus roti yang dikasih secara cuma-cuma, bisa berbentuk nasi goreng dengan bumbu nggak mateng, atau bahkan bisa juga berbentuk sebuah senyum sederhana yang melegakan bagi orang yang diberikannya.
But anyway, before I go through my how-points, I need to point out that to love yourself is utterly important.......in some ways. Kenapa? Karena kadang ketika kamu mulai tidak menyayangi dirimu sendiri, dan perlahan-lahan sakit dan sakit dan sakit (secara fisik maupun mental), kamu nggak akan bisa lagi mengeluarkan versi teroptimal dari dirimu sendiri. Versi teroptimal dirimulah yang nantinya dapat memberimu kemampuan untuk mencapai apapun yang kamu mau. Kontribusi untuk lingkungan, belajar, kerja, nyanyi, baca, nulis atau bahkan main sekalipun. Kalo bukan versi teroptimal dirimu yang digunakan, ya otomatis hasilnya juga nggak akan seoptimal yang kamu harapkan. Remember Newton's 3rd law, action = reaction.
Let's go straight to my strategy! Menurutku, problematika ini bisa dilihat secara internal maupun eksternal.
Dari sisi internal alias diri kita sendiri, hal yang menurutku penting adalah to always have fun. Sering sekali kita terjebak di rutinitas yang melelahkan dan akhirnya merasa bahwa segala sesuatu yang kita jalankan adalah beban. But its actually not, if you have fun on what you do. Yang ku maksud dalam hal ini adalah cobalah untuk menikmati segala sesuatu yang kita kerjakan. Misalnya, ikut dalam proses lomba Paduan Suara adalah proses yang teramat sangat sangat sangat melelahkan dan menjemukan karena latihannya panjang, rutin, lagunya itu-itu aja dan kadang kita nggak suka sama lagunya juga. Tapi pada akhirnya, sebenernya selama ikut Paduan Suara itu kita ngapain? Ya nyanyi. Dan seharusnya nyanyi itu menyenangkan, kan? So make it fun, then. Realize it, and enjoy what you do. Dengan begitu maka rasa letih itu (meskipun nggak akan hilang sepenuhnya) tapi akan berkurang signifikan. Kok bisa? Ya karena sebenernya kalo kita lelah itu sebenernya lebih disebabkan oleh lelah di otak, bukan lelah di fisik. Manjakan otak kita dengan hal yang positif, maka hidup kita akan lebih nyaman. Hidup keseharian yang lebih nyamanlah yang kemudian akan membawa kita lebih tau sebenernya kita ini butuhnya apa sih supaya bisa kembali menjadi versi teroptimal dari diri kita sendiri.
Di samping to always have fun, secara pragmatis kita juga harus lebih peduli dengan diri kita sendiri. Karena pada akhirnya mau seriang apapun kita sehari-hari, tidak mungkin kita beraktifitas tanpa tubuh dalam kondisi baik, ya kan? Oleh karena itu, berikanlah segala sesuatu yang terbaik untuk keperluan kita. Makan lah dengan makanan terbaik, minum lah dengan cukup, istirahat sesuai yang dibutuhkan, porsi waktu kerja dan senang-senangnya juga diatur. Pada akhirnya meskipun memang keletihan fisik dsb nggak bisa sepenuhnya hilang, tapi bisa menimbulkan satu efek yang luar biasa penting ketika kita sedang letih. Yaitu...kelegaan.
Sekarang dari sisi eksternal. Bagiku, to always spread love to others is important. Kembali lagi ke Newton's 3rd Law, what you give is what you get. So spread love to others, then you will be loved. Kenapa dicintai orang lain juga penting? Karena kadang kita sendiri nggak tau apa yang bener-bener kita butuhkan dan terus menerus dicoba tapi tetep gabisa. Akhirnya? Malah capek sendiri. "I'm sick of being me", orang sering bilang. Maka hal yang bisa membuatmu merasa lebih baik adalah tentunya, ketika ada orang yang memperhatikan kita. Mungkin nggak semua orang bilang bahwa mereka butuh ini, tapi percayalah, pasti akan seneng kalo ada yang memperhatikan kita. Rasanya kita nggak sendirian, rasanya ada orang lain yang peduli sama kita. Ada energi positif yang kita dapatkan. Yaa setidaknya sebersit senyum dan ketenangan di hati lah ya. Maka supaya kita juga dicintai orang lain, spread love to others. Nggak usah susah-susah, tebar senyum ke polisi gopek (itulo, yang biasanya ada di pertigaan) aja udah bisa dihitung spread love kok.....buatku sih, at least. Dengan cara ini akhirnya kita bisa dikelilingi oleh orang-orang yang tidak ragu untuk memberikan kasih sayangnya untuk kita juga :D
Lastly, your relationship with The Creator. Really. Matter. Ngerti lah ya pasti, tapi bagi kebanyakan orang sulit untuk dioptimalkan. Kalo poin ini udah berjalan, seharusnya poin-poin lain yang sudah ku sampaikan sebelumnya pun otomatis berjalan karena bagiku, terutama di keyakinan yang ku peluk, agama bukan hanya tentang ritual, melainkan juga tentang cara hidup. Basically cara hidup terbaik yang bisa kita lakukan. Dari bagaimana kita merawat diri sendiri, hubungan sosial masyarakat, bahkan kalau lebih jauh lagi sampai politik dll. Maka ketika hubungan kita dengan Allah baik, segala hal lain pun akan terbawa menjadi lebih baik. Dia lah yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang. Dia pula lah yang mengetahui apa yang terbaik untuk kita, yang dicurahkan dalam bentuk nikmat-nikmatNya.
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. An Nahl: 18)
Itulah sekelumit cara untukmu agar dapat menyayangi dirimu sendiri! Pada akhirnya kamu juga bisa menemukan caramu sendiri dengan memahami lebih dalam tentang dirimu dan mengetahui apa saja yang kamu butuhkan untuk kemudian selalu mengeluarkan versi teroptimal dari dirimu sendiri. Tapi nyarinya jangan lama-lama ya! Cause no one loves you better than yourself and Allah. Kalo boleh sih, ditambah aku. Ehehe
Cheers!
SSA
No comments:
Post a Comment