3.04.2018

Sebuah Nama

Good evening, lads!
Pada malam hari ini, diri ini mendapatkan sebuah tantangan yang mendadak dari seseorang. Not bad, setidaknya ada dorongan untuk kemudian menulis sesuatu yang baru setelah sekian lama vakum.

-----------------------------------------------------------


And I don’t want the world to see me
Cause I don’t think that they’d understand
When everything’s meant to be broken
I just want you to know who I am

Sebuah refrain dari lagu yang sangat populer dari angkatan 90-an hingga sekarang. Satu hal yang menarik dari potongan lagu tersebut adalah bahwa tidak selamanya semua orang perlu mengenal kita, hanya perlu “kamu” untuk mengerti dan memahami. Bagaimana pun, konteks mengenal, mengerti dan memahami semuanya berangkat dari suatu hal yang sama, yakni rekognisi. Rekognisi dimulai dari suatu hal paling mendasar yang melekat pada manusia sejak hari-hari pertamanya terlahir ke dunia. Sebuah kata sederhana, Nama.

Menurut KBBI, nama berarti kata untuk menyebut atau memanggil orang (tempat, barang, binatang dan sebagainya) serta merupakan gelar dan sebutan. Tentunya banyak sekali hal yang melatarbelakangi pemberian sebuah nama. Nama bisa diilhami dari sosok yang sangat dikagumi, misalnya mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Menurut penuturan beliau, nama Gatot diberikan oleh ayahnya yang merupakan tentara dan diilhami dari sosok pemimpinnya yang kharismatik dan bernama “Gatot”. Selain itu dapat pula diilhami dari sifat yang diinginkan untuk ada pada sang anak, seperti “Ayu” atau “Arif”. Tak jarang pula suatu momen spesial dimasukkan pada nama, seperti halnya anak yang lahir pada bulan Ramadhan akan sangat umum memiliki kata “Ramadhan” dalam namanya. Di samping itu juga kadang hal-hal yang bersifat kultural dipertimbangkan seperti jumlah sapuan pada penulisan kanji di Jepang karena jumlah setiap sapuan penulisan memiliki makna yang berbeda. Apapun latar belakangnya, nama yang diberikan pastilah merupakan sebuah harapan dari orang tua kepada anaknya. Pertanyaannya adalah, apakah kita sudah memahami makna nama kita?

Pemahaman mengenai arti nama diri kita sendiri pada dasarnya sangat penting, dan seharusnya dalam kondisi ideal sangat berdampak pada kepribadian seseorang. Mengapa? Karena kata tersebut yang kemudian akan selalu kita gunakan dan kita dengar ketika kita berinteraksi dengan orang lain. Asumsikan bahwa dalam satu hari kita berinteraksi dengan sepuluh orang, maka pastilah sepuluh orang itu akan menyebut nama kita. Hal tersebut menyebabkan kata yang digunakan sebagai nama kita akan masuk pada otak alam bawah sadar, dan seperti halnya yang pernah dijelaskan pada artikel sebelumnya yang berjudul “Do People Really Feel Something is Trendy? Or were People Forced to Feel so?” bahwa ketika ada suatu hal yang secara rutin ditanamkan atau disampaikan maka hal tersebut akan menjadi doktrin. Contohnya nama saya, “Syafiq”,dalam bahasa Arab berarti penyayang. Maka setiap nama tersebut dipanggil atau disebutkan, secara otomatis akan terkirim pesan kepada sang pemilik nama bahwa “kamu adalah seorang penyayang!”. Hal yang sama terjadi pada setiap nama yang digunakan di seluruh dunia. Secara tidak langsung pengiriman pesan yang terjadi secara otomatis setiap harinya akan membentuk pribadi seseorang.

Berdasarkan pengalaman pribadi, meski tidak selamanya saya memikirkan makna dari nama saya sendiri namun tanpa disadari saya secara pribadi memiliki keinginan yang lebih untuk beraktifitas dalam organisasi pada bidang yang terkait dengan orang lain. Contohnya ketika aktif dalam kepengurusan Cientifico Choir, ketertarikan saya dari awal adalah pada dua bidang yang sangat terkait dengan orang lain yakni Keanggotaan dan Humas meskipun banyak orang di sekitar saya yang mengatakan bahwa saya secara pribadi adalah orang yang sangat kaku. Bahkan pada 2018 ini, ketika saya beraktifitas sebagai salah satu anggota DPM UB, saya mencondongkan diri untuk masuk pada Komisi Humas dan Kelembagaan yang memiliki keterkaitan sangat tinggi terhadap pihak eksternal dibanding Komisi lainnya dan kecondongan tersebut muncul dari awal pencalonan saya. Tentunya, kecondongan atau ketertarikan seperti itu tidak terbentuk dalam waktu yang singkat dan didasari oleh suatu hal, yang dalam hal ini kembali lagi merupakan doktrinasi akibat nama yang melekat pada diri kita.



Secara sederhana orang lain pun kemudian dapat menilai kepribadian seseorang dari nama yang melekat. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, nama seseorang akan berpengaruh pada kepribadian orang tersebut. Misalnya ketika berbicara dengan seseorang bernama “Arif” tentunya akan timbul bayangan bahwa “Arif” adalah orang yang bijak sesuai makna namanya. Meskipun kepribadian seseorang tidak selamanya timbul hanya dari namanya saja, tentunya sebuah nama akan memberi mindset tersendiri akan apa yang diekspektasikan dari orang tersebut. Nama-lah yang kemudian akan memengaruhi rekognisi seseorang terhadap kita, dan bagaimana cara orang lain menerima, mengerti dan memahami.

Tidaklah mengherankan bila pada akhirnya persoalan mengenai nama hingga disebutkan pada firman Allah Swt dalam Al-Qur’an yang terjemahannya sebagai berikut:
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS.Al-Hujurat:11)

Pada akhirnya, nama adalah suatu aspek penting dari manusia. Menggunakan kata yang dijadikan nama lah setiap hari seseorang akan dipanggil dan hal tersebut memiliki dampak secara kepribadian maupun bagaimana pihak luar memandangnya. Oleh karena itu, yuk pahami arti nama kita dan nantinya berikan nama terbaik kepada keturunan kita!



-----------------------------------------------------------
Song Lyrics by Goo Goo Dolls
Picture: http://chiefcustomerofficer.eu/tag/customer-interaction/

No comments:

Post a Comment