Good evening, lads!
Pada malam hari ini, diri ini
mendapatkan sebuah tantangan yang mendadak dari seseorang. Not bad, setidaknya ada dorongan untuk kemudian menulis sesuatu
yang baru setelah sekian lama vakum.
-----------------------------------------------------------
And I don’t want the world to see me
Cause I don’t think that they’d understand
When everything’s meant to be broken
I just want you to know who I am
Sebuah refrain dari lagu yang sangat populer dari angkatan 90-an hingga
sekarang. Satu hal yang menarik dari potongan lagu tersebut adalah bahwa tidak
selamanya semua orang perlu mengenal kita, hanya perlu “kamu” untuk mengerti
dan memahami. Bagaimana pun, konteks mengenal, mengerti dan memahami semuanya
berangkat dari suatu hal yang sama, yakni rekognisi. Rekognisi dimulai dari
suatu hal paling mendasar yang melekat pada manusia sejak hari-hari pertamanya
terlahir ke dunia. Sebuah kata sederhana, Nama.
Menurut KBBI, nama berarti kata
untuk menyebut atau memanggil orang (tempat, barang, binatang dan sebagainya)
serta merupakan gelar dan sebutan. Tentunya banyak sekali hal yang
melatarbelakangi pemberian sebuah nama. Nama bisa diilhami dari sosok yang
sangat dikagumi, misalnya mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Menurut penuturan
beliau, nama Gatot diberikan oleh ayahnya yang merupakan tentara dan diilhami
dari sosok pemimpinnya yang kharismatik dan bernama “Gatot”. Selain itu dapat
pula diilhami dari sifat yang diinginkan untuk ada pada sang anak, seperti “Ayu”
atau “Arif”. Tak jarang pula suatu momen spesial dimasukkan pada nama, seperti
halnya anak yang lahir pada bulan Ramadhan akan sangat umum memiliki kata “Ramadhan”
dalam namanya. Di samping itu juga kadang hal-hal yang bersifat kultural
dipertimbangkan seperti jumlah sapuan pada penulisan kanji di Jepang karena
jumlah setiap sapuan penulisan memiliki makna yang berbeda. Apapun latar
belakangnya, nama yang diberikan pastilah merupakan sebuah harapan dari orang
tua kepada anaknya. Pertanyaannya adalah, apakah kita sudah memahami makna nama
kita?
Pemahaman mengenai arti nama diri
kita sendiri pada dasarnya sangat penting, dan seharusnya dalam kondisi ideal sangat
berdampak pada kepribadian seseorang. Mengapa? Karena kata tersebut yang
kemudian akan selalu kita gunakan dan kita dengar ketika kita berinteraksi
dengan orang lain. Asumsikan bahwa dalam satu hari kita berinteraksi dengan sepuluh
orang, maka pastilah sepuluh orang itu akan menyebut nama kita. Hal tersebut
menyebabkan kata yang digunakan sebagai nama kita akan masuk pada otak alam
bawah sadar, dan seperti halnya yang pernah dijelaskan pada artikel sebelumnya
yang berjudul “Do People Really Feel Something is Trendy? Or were People Forced
to Feel so?” bahwa ketika ada suatu hal yang secara rutin ditanamkan atau
disampaikan maka hal tersebut akan menjadi doktrin. Contohnya nama saya, “Syafiq”,dalam
bahasa Arab berarti penyayang. Maka setiap nama tersebut dipanggil atau
disebutkan, secara otomatis akan terkirim pesan kepada sang pemilik nama bahwa “kamu
adalah seorang penyayang!”. Hal yang sama terjadi pada setiap nama yang
digunakan di seluruh dunia. Secara tidak langsung pengiriman pesan yang terjadi
secara otomatis setiap harinya akan membentuk pribadi seseorang.
Berdasarkan pengalaman pribadi,
meski tidak selamanya saya memikirkan makna dari nama saya sendiri namun tanpa
disadari saya secara pribadi memiliki keinginan yang lebih untuk beraktifitas
dalam organisasi pada bidang yang terkait dengan orang lain. Contohnya ketika
aktif dalam kepengurusan Cientifico Choir, ketertarikan saya dari awal adalah
pada dua bidang yang sangat terkait dengan orang lain yakni Keanggotaan dan
Humas meskipun banyak orang di sekitar saya yang mengatakan bahwa saya secara
pribadi adalah orang yang sangat kaku. Bahkan pada 2018 ini, ketika saya
beraktifitas sebagai salah satu anggota DPM UB, saya mencondongkan diri untuk
masuk pada Komisi Humas dan Kelembagaan yang memiliki keterkaitan sangat tinggi
terhadap pihak eksternal dibanding Komisi lainnya dan kecondongan tersebut
muncul dari awal pencalonan saya. Tentunya, kecondongan atau ketertarikan
seperti itu tidak terbentuk dalam waktu yang singkat dan didasari oleh suatu
hal, yang dalam hal ini kembali lagi merupakan doktrinasi akibat nama yang
melekat pada diri kita.
Secara sederhana orang lain pun kemudian
dapat menilai kepribadian seseorang dari nama yang melekat. Seperti yang telah
dijelaskan sebelumnya, nama seseorang akan berpengaruh pada kepribadian orang
tersebut. Misalnya ketika berbicara dengan seseorang bernama “Arif” tentunya
akan timbul bayangan bahwa “Arif” adalah orang yang bijak sesuai makna namanya.
Meskipun kepribadian seseorang tidak selamanya timbul hanya dari namanya saja,
tentunya sebuah nama akan memberi mindset
tersendiri akan apa yang diekspektasikan dari orang tersebut. Nama-lah yang
kemudian akan memengaruhi rekognisi seseorang terhadap kita, dan bagaimana cara
orang lain menerima, mengerti dan memahami.
Tidaklah mengherankan bila pada
akhirnya persoalan mengenai nama hingga disebutkan pada firman Allah Swt dalam
Al-Qur’an yang terjemahannya sebagai berikut:
"Wahai
orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain,
(karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka
(yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan)
perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih
baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu
sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.
Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk setelah beriman.
Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang
zalim." (QS.Al-Hujurat:11)
Pada akhirnya, nama adalah suatu
aspek penting dari manusia. Menggunakan kata yang dijadikan nama lah setiap
hari seseorang akan dipanggil dan hal tersebut memiliki dampak secara
kepribadian maupun bagaimana pihak luar memandangnya. Oleh karena itu, yuk pahami arti nama kita dan nantinya
berikan nama terbaik kepada keturunan kita!
-----------------------------------------------------------
Song Lyrics by Goo Goo Dolls
Picture: http://chiefcustomerofficer.eu/tag/customer-interaction/

No comments:
Post a Comment